Ratusan Pegiat Alam Lintas Generasi Sukses Gelar Operasi Bersih Kawah Ratu Gunung Salak

Berita, Komunitas809 Views
banner 468x60

BOGOR, JAWA BARAT – Lebih dari 200 pegiat alam dari berbagai komunitas se-Jabodetabek menunjukkan kepeduliannya terhadap kelestarian lingkungan dengan menggelar kegiatan Operasi Bersih (Opsih) di kawasan Kawah Ratu, Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS), pada Sabtu dan Minggu, 19-20 Juli 2025.

Kegiatan yang diinisiasi oleh komunitas Kelapa Nusantara dalam merayakan HUT ke 35 Tahun ini berhasil menyatukan berbagai kalangan, mulai dari pelajar SMA, Mahasiswa Pecinta Alam (MAPALA), hingga para pendaki senior yang telah lama malang melintang di dunia pendakian. Mereka berkumpul di titik pusat acara, Camp Army, di kaki Gunung Salak, tempat para peserta mendirikan tenda dan bermalam selama kegiatan berlangsung.

Acara dibuka secara resmi dan dihadiri oleh tokoh masyarakat setempat, Kepala Balai Konservasi, serta perwakilan dari pihak sponsor yang mendukung penuh kegiatan positif ini. Dalam sambutannya, para tokoh yang hadir mengapresiasi semangat para relawan dan berharap kegiatan semacam ini dapat terus berlanjut untuk menjaga keasrian alam, khususnya di kawasan Gunung Salak.

Di bawah komando ketua pelaksana, Bang Said, yang didampingi oleh seluruh anggota Kelapa Nusantara dan tokoh pemuda setempat, Opsih dimulai pada Sabtu pagi. Para peserta memulai pendakian dari Camp Army menuju Kawah Ratu melalui jalur Pasir Canar. Sepanjang perjalanan, mereka dengan sigap memunguti setiap sampah anorganik yang ditemukan di jalur pendakian.

Puncak kegiatan pembersihan dilakukan di area Kawah Ratu, salah satu destinasi favorit para pendaki yang sayangnya masih kerap dicemari oleh sampah yang ditinggalkan oknum tidak bertanggung jawab. Setelah area kawah dibersihkan, para peserta turun melalui jalur yang berbeda, yakni Pasir Reungit.

Pemandangan inspiratif terlihat saat para peserta, baik pria maupun wanita, dengan sukarela dan penuh semangat membawa turun karung-karung yang telah terisi penuh dengan sampah. Suasana kebersamaan, kekompakan, dan kegembiraan sangat terasa di antara mereka, membuktikan bahwa kecintaan terhadap alam mampu menyatukan semua perbedaan.

BACA JUGA :  Pelaksanaan ibadah qurban dilaksanakan di Mushala Alfattah, Cempaka Baru, Kemayoran.

“Ini bukan hanya tentang memungut sampah, tapi ini adalah panggilan hati dan wujud tanggung jawab kami sebagai pendaki untuk menjaga rumah kami, yaitu alam,” ujar salah seorang peserta dari kalangan MAPALA.

Seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar berkat dukungan penuh panitia yang memastikan logistik, seperti makanan dan kudapan, tersedia bagi seluruh peserta selama acara berlangsung.

Kegiatan Operasi Bersih ini ditutup pada hari Minggu dengan acara sarasehan, di mana para peserta dapat berbagi pengalaman dan pandangan mengenai isu-isu lingkungan. Acara dilanjutkan dengan pembagian sertifikat penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka, dan diakhiri dengan momen khidmat pembacaan “Ikrar Pendaki” sebagai komitmen bersama untuk senantiasa menjaga etika dan kelestarian alam di mana pun mereka berada.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 comment